Jadi Pendengar Yang Baik

Jadi Pendengar Yang BaikPerhatian dan tumpuan merupakan batu bata untuk hubungan yang kuat.

Menjadi seorang pendengar yang baik membantu anda melihat dunia melalui kaca mata orang lain. Ia memperkayakan kefahaman dan mengembangkan kemampuan anda untuk memahami dan merasa perasaan orang lain.

Kemahiran mendengar yang baik memberikan anda kefahaman yang mendalam mengenai keadaan seseorang.

Rasullullah s.a.w selalu memberi tumpuan kepada orang yang baginda sedang mendengar…Terdapat banyak kisah di mana Rasullullah mendengar dengan penuh perhatian dan fokus walaupun kepada budak kecil.

Artikel Berkaitan:
Jadi Pendengar Yang Baik.

Anda Akan Dapat Apa Yang Anda Cari

akan ketemu apa dicari“Seseorang itu akan ketemu dengan apa yang dia cari.” – Hamka.

Bila mood anda baik, apa yang anda lihat kebanyakannya baik dan positif. tetapi apabila mood anda tidak baik, semuanya nampak buruk dan negatif.

Berasa tidak puas hati (tidak bersyukur) dengan orang lain, kerja, hubungan, dll, akan membuat kita hanya nampak yang negatif, yang baik terlindung dari pandangan kita.

Anda akan ketemu dengan apa yang anda cari, justeru carilah keindahan. Cari apa yang anda kehendaki pada seseorang, kerja, hubungan, dll; walau pun hanya ada sedikit, terima dan hargainya.

Artikel Berkaitan:
Anda Akan Ketemu Apa Yang Anda Cari

Kenapa Harus Meninggi Diri

“Dari tanah kita berasal; dan ke tanah kita akan kembali.”

Mari kita sama-sama mengingati diri sendiri:

Kita berasal dari tanah
Berdiri dan berjalan di atas tanah
Makan dan minum kita juga berasal dari tanah
Dan kita akan kembali ke tanah
Lalu, kenapa kita harus meninggi diri?
Ingat, segala yang kita miliki adalah milik Allah Ta’ala
Bahkan diri kita juga milik Allah Ta’ala
Berjalanlah dimuka bumi ini dengan merendahkan hati kita
Kerana kita tiada apa-apa di hadapan Allah Ta’ala…

Membahagiakan dan Bahagia

membahagiakanCara terbaik untuk berbahagia adalah membahagiakan orang lain.

“…Manusia yang paling dicintai Allah adalah yang paling bermanfaat bagi manusia, dan pekerjaan yang paling dicintai Allah adalah menggembirakan seorang muslim, atau menjauhkan kesusahan darinya, atau membayarkan hutangnya, atau menghilangkan laparnya. Sungguh aku berjalan bersama saudaraku yang muslim untuk sebuah keperluan lebih aku cintai daripada beri’ktikaf di masjid ini (masjid Nabawi) selama sebulan…” (HR. Thabrani di dalam al-Mu’jam al-Kabir, no. 13646).